Sunday, July 27, 2008

SEJARAH AIKIDO

The goal of Aikido training is not perfection of a step or skill, but rather improving one's character according to the rules of nature. One becomes "resilient" inside yet this strength is expressed softly. Movements found in nature are efficient, rational, and soft,while the center is immovable, firm, and stable. This principal of a firm center is universally consistent -- and must be true for each person. The culmination of Aikido is expressed by aligning one's center with the center expressed throughout nature.
Aikido movements are soft, rational, and smooth as in nature, by applying a bit of force,these can become devastatingly effective. Aikido movement maintains this firm and stable center with an emphasis on spherical rotation characterized by flowing, circular, dance-like motions. These pivoting, entering and circling motions are used to control and overcome the opponent. The principle of spherical rotation makes it possible to defend one self from an opponent of superior size, strength, and experience.
The gentle quality of Aikido makes it appealing to men and women and children regardless of age. It not only offers spiritual development but also provides exercise and teaches proper etiquette and behavior. Aiki seeks to skillfully strike down the ego and inherent insincerity in battling an enemy. Aiki is the path of forgiveness and enlightenment. The martial techniques provide discipline for the journey of uniting the spirit and the body through channeling the laws of heaven.
Literally, Aikido consist of,
Ai ® means harmony or integration
Ki ® means the center of life or spirit
Do ® means path or way
Aikido translates as "the way of harmony with Ki". Aikido is the way to harmonize body, soul & mind.
Historical, Aikido as Aikijutsu (old fashioned form) was developed exclusivelly founded by Prince Teijun 6th son of Emperor Seiwa from the Genji Familly. Sistemized by Minamoto Genji Yoshimitsu and known as Daito Aikijutsu. Aikido was firstly introduced to public in 1920 and Prof. Morihei Ueshiba known as O’ Sensei (1883-1969) In 1940 established Aikido organization that was officially recognized by the Government of Japan named AIKIKAI. This organization is now lead by his grandson Moriteru Ueshiba.
Aikido is Budo, Budo is the path of the warrior. A pure budo comes with the unification of technique, body and heart. The budo, which will manifest itself, does not depend upon the technique, but rather upon the heart of the practitioner. Combined with the spirit of heaven and earth in your heart, you can fulfill your life's destiny with unconditional love for everything. The aim of Aikido is a kindness of heart expressed through this spirit of budo.
Instead of learning Aikido as a martial art, Aikido practioners can also increase their health by practicing Aikido exercises as a sport or aerobic movements. This Aikido techniques can be learned by men or women from all ages.

AIKIDO IN INDONESIA


In order to develop and promote Aikido to public of Indonesia and to enrich Indonesian culture, KBAI Foundation was officially established on 11 August 1994. It was written on its Article of Establishment No.67 Year 1994. Aikido Indonesia organization which is run from 1988, We are affiliated to AIKIKAI Foundation-International Aikido Headquarter, Japan.
The Head of Aikido Indonesia-KBAI Foundation, Mr. Ferdiansyah, holds 5th Dan Aikido rank from AIKIKAI. He is the highest Aikido rank holder in Indonesia among Indonesian Aikido practioners and one of several highest Aikido rank holders in South East Asia.
In 1999, KBAI received the honor to represent Indonesia attending the inauguration ceremony that appoint Mr. Moriteru Ueshiba as Doshu of AIKIKAI. The ceremony was held at Hombu Dojo, Tokyo, Japan.
Aikido Indonesia-KBAI has grown through its public dojos and clubs. The development process has done within high schools, universities, private sectors, profesionals and government institutions. Proudly, we are trust by TNI in their Inteligent Agency and headquarter in Cilangkap, Police Institute-PTIK, several government and private Banks to develop their human resources's program and etc. Recently, public dojos spread in Java, Sumatera and Kalimantan.





Perguruan Aikido Indonesia,


lahir dan berkembang seiring dengan perjalanan penataan perkembangan aikido di Indonesia. Perguruan “Aikido Indonesia” dirintis sejak 1988 oleh Ferdiansyah. Bermula dibentuknya Aiki-Club dengan tujuan dojo atau club percontohan untuk di masa nanti diterapkan keberhasilannya pada semua dojo di Indonesia. Trisakti Aikido Club dari komunitas Mahasiswa Universitas Trisakti dimana Sensei Ferdi menimba ilmu pada jurusan Teknik Sipil, kemudian STEKPI yang selanjutnya bergabung Univ Indonesia Esa Unggul, Univ Atmajaya dan seterusnya.


Dibantu para murid senior Herwin Rizal. SE, Djoni Sartono. Ir, Huda Nurjanti. Ir, Anna Maria Liliana. Ir, Perguruan Aikido Indonesia yang dirintis terbentuk lebih solid dengan idealismenya. Dan idelisme ini dituangkan dalam sebuah nama organisasi berbentuk “Yayasan” pada 11 Agustus 1994.Rizal. SE, Djoni Sartono. Ir, Huda Nurjanti. Ir, Anna Maria Liliana. Ir, Perguruan Aikido Indonesia yang dirintis terbentuk lebih solid dengan idealismenya. Dan idelisme ini dituangkan dalam sebuah nama organisasi berbentuk “Yayasan” pada 11 Agustus 1994
KBAI sebagai sebuah yayasan dalam usahanya mengembangkan dan memasyarakatkan Aikido serta untuk memperkaya khazanah budaya Indonesia mulai dirintis sejak 1993 dan secara resmi Yayasan sah secara hukum berdiri pada 11 Agustus 1994 dan Pengadilan Negri Jakarta. Tercatat melalui akte pendirian notaris H. Asmawel no. 67 tahun 1994. Para pendirinya terdiri dari Ir. M. Gazali, Drs Mohamad Razif dan Ir. Ferdiansyah. Dukungan diberikan pula oleh Ulyana Purba. Kolonel Polisi dan Maman S. Kolonel CPM.

Ketua Perguruan Aikido Indonesia, Ferdiansyah

telah berkiprah dalam perintisan dan pengembangan Aikido di Indonesia sejak 1986. Dengan pengabdiannya telah diciptakannya begitu banyak sabuk hitam di Indonesia sejak 1988 sampai dengan sekarang. Para muridnya telah juga berkiprah di beberapa organisasi Aikido lain di Indonesia dan juga tersebar sampai ke luar negeri seperti Amerika Serikat, Iran, Malaysia dan beberapa negara lain sebagai instruktur Aikido yang terpercaya.
Aikido Indonesia, KBAI tercatat resmi di Dojo Founder-Majalah resmi aikido internasional pada 1994 sebagai perguruan pertama yang ada di Indonesia. Pada 1999, KBAI menerima kehormatan menghadiri undangan pertemuan pemimpin organisasi dunia mewakili Indonesia dalam acara penobatan Pemimpin Dunia Aikikai ke-3, Doshu Moriteru Ueshiba di Tokyo.



hingga saat ini, Aikido Indonesia-KBAI telah mengembangkan Aikido di Perguruan Tinggi Institusi Bank/ Ekonomi lain, Institusi Pemerintahan, Pengamanan swasta, Join Program Kebugaran, Dojo Umum (Kuningan, Tj Duren, dll); Pengembangan Wilayah Publik (Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Dki-Jakarta, Banten, Bandung-Bogor Jawa barat); dan yang terkecil: Program Prifat kelompok. Yayasan KBAI mengembangkan Aikido Indonesia dengan membangun dojo-dojo umum maupun club-club. Pengembangan yang telah pernah dilakukan melalui sekolah, universitas, perusahaan swasta, profesional maupun institusi pemerintas. Sampai dengan saat ini secara umum peningkatan populasi anggota sekitar 2,5% per tahun.

Profesional
TPI, BPPN, Danareksa, etc.
Sector Publik
GMSB Kuningan, GOR Grogol, Lebak Bulus, etc
Joint Program
AERA Club (American Embassy), Fitaliano Club (Tranka Building), Kifa Studio, Fit By Beat, Mercantile, etc.
Program affiliasi
Cilegon, Sumatera Utara, Kalimantan, Jawa Baarat
Institusi Pemerintah
TNI Mabes, BAIS TNI, Bank of Mandiri, BNI 46 Secr, etc
Sekolah Menengah
SMA 3, Al-Azhar Syifa Budhi Cibubur, JIS (JakartaInt'lSchool)
Universitas
TrisaktiUniversity, TarumanegaraUniversity, STEKPI, etc.


USULAN PROGRAM
Program 1 : PENGENALAN AIKIDO Sasaran dari program ini adalah memperkenalkan Aikido secara mendasar dan umum sifatnya, termasuk di dalamnya adalah “Senam Aikido” dan beberapa teknik Aikido. Para partisan akan diberikan suatu kemampuan teknik bela diri praktis dari serangan yang sifatnya memperangkap dan dalam jarak dekat sesuai prinsip dasar Aikido.
Program 2 : AIKIDO UNTUK WANITA / KESEHATAN Sasaran dari program ini adalah memberi arahan pada peserta untuk mengembangkan dan meningkatkan kesehatannya, juga memberi pengetahuan bela diri bagi wanita untuk perlindungan dirinya dalam bentuk yang sederhana. Program ini cocok bagi wanita dan orang yang cukup lanjut usia.
Program 3 : AIKIDO KELAS REGULAR Sasaran dari program ini adalah pada pembinaan peserta dalam mengikuti program-program yang bersifat kurikuler standar Perguruan. Program ini ditujukan bagi peserta yang berniat untuk mendapatkan materi Aikido dengan program peningkatan yang terstruktur. Anggota peserta dapat mengikuti ujian kenaikan tingkat secara periodik berdasarkan jumlah kehadiran latihan dan persyaratan administratif. Persyaratan program ini: Set Seragam Latihan(Aikido-Gi) Matras : Spesifikasinya yang tujuannya aman dan nyaman bagi penyelenggaraan latihan Aikido.
Program 4: AIKIDO DENGAN PROGRAM KHUSUS Program ini dikembangkan kelayakannya melalui divisi pengembangan teknik-Perguruan Aikido Indonesia. Dimana program ini disesuaikan dengan kebutuhan Klien, dan tujuannya sesuai dengan tujuan pelanggan yang spesifik tersebut. Program ini diuji kelayakannya berdasarkan kesesuaiannya pada prinsip-prinsip Aikido. Keberhasilan Pengalaman kami antara lain: Program pada Perusahaan keamanan, Pasukan ketentaraan-TNI, Kelas anak-anak, Kelas Eksekutif dan Kelas Bela diri. 

DARI MASA KE MASA


PERIODE 1970-1980
Menurut kisah yang cukup dapat dipercaya, Aikido masuk ke Indonesia sejak sekitar 1970-an. Melalui para alumnus Jepang warga Indonesia memperkenalkan Aikido secara sporadis dan sendiri-sendiri.Tidak ada catatan jelas perkembangan Aikido pada masa ini.
PERIODE 1980-1990
1984 mulai ada inisiatif untuk meng-organisasikan perkembangan Aikido, maka dirintislah Yayasan Indonesia Aikikai. Pada bulan Februari 1986 merupakan rapat resmi YIA pertama untuk pembahasan AD-ART Yayasan.
Sampai dengan 1986, secara umum dojo Aikido hanya terdiri 3 dojo(Slipi-Kemanggisan, Menteng dan Manggarai) di Jakarta dan 1 di Surabaya. Pelatih aktif terdiri dari Mansyur Idham, DAN 1; Achmad Mahbub, DAN 1 dan Surabaya diwakilkan pada Prawira W, KYU 1.
1987, lahirlah 7 orang Yudansha pertama(Dan I) di Indonesia, termasuk Sensei Ferdiansyah. Regenerasi kepemimpinan pelatihan terjadi, yang mana Bapak Mansyur Idham mulai surut aktifitasnya (aktif 3 tahun, sejak 1984) di aikido dan berpulangnya Bpk. Ahmad Machbub ke Rahmatullah.
Sejak 1988, Koordinator Kepelatihan dan pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat dipercayakan kepada Ferdiansyah. Dan Ketua Umum YIA diamanatkan kepada DR. Dono Iskandar.
1990, didatangkan pelatih professional untuk pertama kali dari Jepang melalui program JOCV – JICA, Hiroaki Kobayashi, Dan III untuk selama 2 tahun.
PERIODE 1990-2000
Dojo Percontohan yang dikembangkan Sensei Ferdiansyah mulai terbentuk lebih solid, yang untuk pertama kali dikembangkan di kalangan kemahasiswaan (terdiri dari 3 dojo). Perkembangan dojo: dari 4 dojo di seluruh Indonesia menjadi 12 dojo (1 dojo Bandung, 1 dojo Surabaya, 1 dojo Sumbawa, 9 dojo Jakarta).
1993, Sensei Ferdiansyah, Dan III (setelah aktif mengembangkan 7 tahun, sejak 1986) meninggalkan YIA dan mengundurkan diri dari segala inisiatifnya mengembangkan YIA, sebagai koordinator kepelatihan dan Penguji utama pelaksanaan ujian. Dimana sebelumnya secara berturut telah pula mengundurkan diri: Prawira W (Surabaya) dan Dono Iskandar (Ketua Umum YIA).
1994, yayasan KBAI resmi lahir dan Perguruan Aikido Indonesia yang dipimpin Sensei Ferdiansyah bernaung di dalamnya. Perguruan Aikido Indonesia, KBAI tercatat di Dojo Finder mewakili Indonesia satu-satunya.
1999, Perguruan Aikido Indonesia-KBAI diakui satu-satunya mewakili Indonesia menghadiri perhelatan besar Aikido di Jepang. Acara pertemuan pemimpin organisasi dari berbagai negara untuk hadir dalam penobatan Doshu (Pemimpin Dunia) Aikido, Indonesia diwakili Sensei Ferdiansyah, Dan IV.
PERKEMBANGAN SAMPAI DENGAN 2007
Perkembangan aikido cukup terbantu dengan adanya film Steven Seagal sejak tahun 1992. Dan sejak 1996, Aikido cukup marak berkembang terutama di Jakarta. Kepopuleran Aikido berdampak juga pada minat orang untuk berbisnis dan berdagang pada lingkup aikido, termasuk pada bidang keilmuannya. Hal yang memprihatinkan adalah sejak tahun 2000, begitu banyak dojo berkembang tanpa akar yang jelas dan keabsahan legitimasi pelatihnya yang kwalitasnya patut dipertanyakan. Hal ini tentu akan memberikan dampak pada penggambaran Aikido yang salah di masyarakat awam.
Adalah hak masyarakat untuk memilih dan berhati-hati dalam memilah apa yang dipilihnya untuk kemudian ditekuninya. Fondamen atau dasar yang salah akan menghasilkan landasan yang lemah, akibatnya dalam bidang keilmuan tentu akan memberi arah yang dipastikan salah. Padahal, apa yang kita tekuni akan berdampak pada pembangunan diri dan pengembangan kemampuan diri kita dikemudian hari. Jika hal ini tidak dianggap penting tentunya itu juga suatu pilihan masyarakat itu sendiri



No comments: